SUKABUMI – Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana Muhammad Ali secara resmi meresmikan Praditya Adhigana Global School, sebuah institusi pendidikan berbasis metode Montessori, yang berlokasi di Grand Cikareo, Kecamatan Warudoyong, Kota Sukabumi. Peresmian ini dilakukan pada 13 Februari 2026 dan dihadiri oleh sejumlah tokoh penting dari pemerintah daerah dan pendidikan.
Dalam kegiatan tersebut hadir di antaranya Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, Wali Kota Sukabumi Ayep Zaki, dan Bupati Sukabumi Asep Japar.
Laksamana TNI (Purn) Achmad Taufiqoerrochman, selaku founder Praditya Adhigana Global School, menjelaskan tujuan pendirian sekolah ini. Ia mengatakan bahwa lembaga tersebut “berorientasi untuk mencetak pelajar yang memiliki jiwa kepemimpinan, kedisiplinan dan ketangguhan. Praditya Adhigana Global School hadir dengan fasilitas modern yang dirancang khusus untuk mendukung eksplorasi siswa.”
Metode Montessori yang diterapkan di sekolah ini ditekankan sebagai pendekatan pendidikan yang memberi ruang bagi siswa untuk melakukan belajar aktif dengan bimbingan yang terarah. Menurut laporan, metode ini “menitikberatkan pada kebebasan terarah dan penghormatan terhadap perkembangan alami anak, baik secara fisik, sosial, emosional, maupun kognitif.”
Dalam sambutannya, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyampaikan harapannya terkait kehadiran lembaga pendidikan ini. Ia menegaskan bahwa Praditya Adhigana Global School diharapkan “bisa melahirkan generasi masa depan yang tidak hanya cerdas secara akademik tetapi juga menjunjung tinggi nilai budaya.” Selain itu, ia mengingatkan pentingnya pengendalian penggunaan teknologi digital agar tidak berdampak negatif terhadap perkembangan potensi pelajar.
Sementara itu, Kasal Laksamana Muhammad Ali juga menekankan pentingnya kolaborasi antar elemen bangsa. Ia menyatakan bahwa “pendidikan adalah investasi strategis untuk masa depan Indonesia, terutama dalam menghadapi tantangan global.”
Usai acara peresmian, Kasal bersama Gubernur dan rombongan melakukan peninjauan ke berbagai ruang kelas dan fasilitas pendukung lainnya untuk menyaksikan langsung simulasi kegiatan belajar mengajar yang bersifat interaktif dan inovatif.











