Bandung , 15/07/2026– Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di Jawa Barat tahun ajaran 2026/2027 tidak lagi diposisikan sekadar sebagai kegiatan orientasi bagi peserta didik baru. Pemerintah Provinsi Jawa Barat menjadikannya sebagai momentum awal membangun karakter generasi muda melalui penguatan nilai-nilai kehidupan sejak hari pertama mereka memasuki sekolah.
Pesan tersebut disampaikan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, yang amanatnya dibacakan secara serentak di berbagai sekolah oleh para pejabat Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Sebanyak 424 pejabat eselon II dan III diterjunkan untuk membuka pelaksanaan MPLS di SMA, SMK, dan SLB di seluruh wilayah Jawa Barat sebagai bentuk komitmen pemerintah dalam mendukung pendidikan karakter.
Menurut Dedi Mulyadi, sekolah bukan hanya tempat mentransfer pengetahuan, melainkan ruang untuk membentuk manusia yang utuh. Karena itu, hari pertama sekolah harus mampu meninggalkan kesan positif sekaligus menjadi awal tumbuhnya kebiasaan baik yang akan melekat sepanjang proses pendidikan.
MPLS tahun ini mengusung pendekatan Gapura Pancawaluya, sebuah konsep pendidikan karakter yang berakar pada kearifan lokal Jawa Barat. Lima nilai utama yang menjadi landasannya adalah Cageur (sehat jasmani dan rohani), Bageur (berakhlak dan peduli), Bener (jujur dan berintegritas), Pinter (cerdas dan terus belajar), serta Singer (terampil, kreatif, dan tangguh). Kelima nilai tersebut diharapkan membentuk pelajar yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga matang secara moral dan sosial.
Pelaksanaan MPLS juga dirancang lebih bermakna melalui berbagai aktivitas yang mendorong siswa mengenal lingkungan sekolah, memahami budaya belajar, membangun hubungan positif dengan guru dan teman sebaya, sekaligus menumbuhkan rasa tanggung jawab terhadap diri sendiri dan lingkungan.
Selain penguatan karakter, peserta didik baru akan memperoleh berbagai materi penting, mulai dari wawasan kebangsaan, literasi digital, pencegahan perundungan, pendidikan antikorupsi, bahaya narkoba, keselamatan berlalu lintas, hingga kepedulian terhadap lingkungan hidup. Pendekatan pembelajaran yang digunakan mengedepankan prinsip meaningful learning, mindful learning, dan joyful learning, sehingga proses pengenalan sekolah tidak hanya informatif, tetapi juga menyenangkan.
Pemerintah Provinsi Jawa Barat juga menegaskan bahwa MPLS harus dilaksanakan secara edukatif, inklusif, aman, dan bebas dari praktik perpeloncoan maupun kekerasan dalam bentuk apa pun. Sekolah diharapkan menjadi ruang yang menghadirkan rasa nyaman bagi seluruh peserta didik sejak hari pertama mereka belajar.
Melalui pelaksanaan MPLS yang berorientasi pada pembentukan karakter, Pemerintah Provinsi Jawa Barat berharap lahir generasi pelajar yang tidak hanya berprestasi, tetapi juga memiliki integritas, kepedulian sosial, kemampuan beradaptasi, dan semangat untuk terus belajar sepanjang hayat.
Bagi Jawa Barat, hari pertama sekolah bukan sekadar awal tahun ajaran baru. Lebih dari itu, ia menjadi pintu masuk untuk menanamkan nilai-nilai yang akan membentuk kualitas manusia Indonesia di masa depan.












