Bogor,Edujabar.com- Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan komitmennya untuk melanjutkan program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai langkah nyata mengatasi masalah stunting dan kemiskinan di Indonesia. Hal ini disampaikan dalam diskusi bersama pakar dan jurnalis senior di Hambalang, Bogor, pada Selasa (17/3/2026). Dalam kesempatan tersebut, Presiden menyatakan bahwa lebih baik anggaran negara dialokasikan untuk memenuhi kebutuhan pangan rakyat daripada habis karena praktik korupsi atau kebocoran anggaran yang selama ini terjadi.
Presiden Prabowo mengungkapkan keprihatinannya terhadap kondisi kesehatan anak-anak di pedesaan yang sering ia temui saat masa kampanye. Beliau menceritakan pengalaman melihat anak berusia 11 tahun namun memiliki fisik yang terlihat seperti anak usia 4 tahun akibat kurang gizi. Kondisi inilah yang membuatnya bersikeras mempertahankan program MBG meski mendapat tantangan fiskal. Beliau menyatakan, “Saya akan bertahan sedapat mungkin. Daripada uang-uang dikorupsi, lebih baik rakyat saya bisa makan. Anda enggak lihat anak-anak yang stunting? Saya lihat. Saya kampanye sekian kali, saya di desa-desa, saya lihat. Umurmu berapa? 11 tahun. Badannya anak 4 tahun. Saya aku yakin saya berada di jalan yang benar. Uang kita ada.”
Selain fokus pada nutrisi, program ini dirancang untuk menggerakkan roda ekonomi nasional melalui penciptaan jutaan lapangan kerja baru. Pemerintah menargetkan pembangunan hingga 31 ribu dapur produksi yang tersebar di berbagai wilayah. Prabowo menghitung bahwa setiap unit dapur bisa menyerap puluhan tenaga kerja dan melibatkan banyak pemasok lokal, seperti petani sayur dan peternak telur. “MBG nanti di puncaknya kita akan punya 31 ribu dapur. Katakanlah, untuk gampang, hitungnya 30 ribu dapur. Tiap dapur mempekerjakan 50 orang. Itu sudah 1,5 juta kerja,” jelasnya. Ia juga menambahkan bahwa rantai pasokan dari vendor akan memberikan dampak ekonomi bagi 1,5 juta orang lainnya di sektor pertanian.
Mengenai kendala teknis dan kritik di lapangan, Presiden menegaskan bahwa pemerintah tidak tinggal diam. Langkah penertiban terus dilakukan terhadap unit-unit dapur yang tidak memenuhi standar atau bermasalah. Prabowo mengungkapkan, “Ada seribu, lebih seribu (dapur) yang sudah kita tutup,” sebagai bentuk komitmen menjaga kualitas program. Beliau juga memastikan bahwa pendanaan untuk program skala besar ini tidak akan menambah beban utang negara, melainkan berasal dari optimalisasi anggaran yang ada dan penutupan celah-celah kebocoran dana pemerintah.
Presiden optimistis bahwa dengan pengorganisasian yang tepat, Indonesia mampu membiayai kebutuhan dasar rakyatnya secara mandiri. Menurutnya, selama ini sebagian masyarakat belum bisa merasakan manfaat dari pertumbuhan ekonomi nasional secara maksimal. Oleh karena itu, efisiensi birokrasi dan pemberantasan korupsi menjadi kunci agar dana negara benar-benar sampai ke piring masyarakat yang membutuhkan. “Uang kita ada. Tinggal kita organisir, kita kurangi kebocoran,” tegas Prabowo menutup diskusi tersebut.
Program Makan Bergizi Gratis ini diharapkan menjadi solusi ganda, yakni sebagai jaring pengaman sosial untuk meningkatkan kualitas hidup generasi mendatang sekaligus mesin penggerak ekonomi kerakyatan. Dengan pengawasan ketat dan efisiensi anggaran, pemerintah berupaya memastikan setiap rupiah yang dikeluarkan memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Melalui kebijakan ini, Presiden berharap kesejahteraan ekonomi dapat dirasakan lebih merata oleh seluruh lapisan rakyat Indonesia yang sudah terlalu lama menunggu perubahan signifikan dalam kehidupan mereka.
Sumber Berita: https://www.antaranews.com/berita/5489338/prabowo-lebih-baik-uang-untuk-makan-rakyat-daripada-dikorupsi











