Pesantren Ekologi Ramadan 1447 H: Disdik Jabar Ajak Siswa Rawat Bumi dengan Keimanan dan Kepedulian Lingkungan

Avatar photo

Bandung — Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat, Purwanto, secara resmi membuka kegiatan Pesantren Ekologi Ramadan 1447 Hijriah pada Selasa, 24 Februari 2026. Kegiatan ini merupakan program inovatif dari Disdik Jabar yang menggabungkan pendidikan spiritual Islam dengan pembelajaran kepedulian terhadap lingkungan hidup.

Menurut Purwanto, pesantren ekologis ini bukan sekadar kegiatan biasa di bulan suci Ramadan, tetapi merupakan ikhitar bersama merawat alm dan mencetak generasi yang tidak hanya pintar di kelas, tetapi juga peduli terhadap lingkungan.

Pendidikan tidak cukup hanya mentransfer ilmu pengetahuan, tetapi harus menumbuhkan kesadaran, empati, dan tanggung jawab terhadap lingkungan sebagai bagian dari peran manusia sebagai khalifah di muka bumi.” — Purwanto, Kadisdik Jabar

Lebih lanjut, Purwanto mengingatkan bahwa Jawa Barat dianugerahi beragam kekayaan alam seperti gunung, sungai, sawah, dan lautan. Meski demikian, kondisi saat ini menunjukkan berbagai tantangan ekologis yang harus disikapi bersama, seperti sampah, pencemaran sungai, berkurangnya ruang terbuka hijau, hingga ancaman ketahanan pangan akibat alih fungsi lahan.


Susunan Acara Lengkap Pesantren Ekologi Ramadan 1447 H

Program pesantren ini dilaksanakan dalam rentang waktu 24 Februari s.d. 13 Maret 2026 dengan beberapa agenda inti sebagai berikut:

  1. Sosialisasi Program – 10–20 Februari 2026

  2. Pembukaan & Ceramah Awal Ramadan – 24 Februari 2026

  3. Tadabur Alam & Pembelajaran Pancaniti – 24 Februari 2026

    • Niti Harti (kepedulian dari hati)

    • Niti Surti (kepekaan terhadap alam)

    • Niti Bukti (aksi nyata)

    • Niti Bakti (konsistensi)

    • Niti Sajati (pembentukan jati diri)

  4. Amaliah Berbasis Ekologi & Sosial – 27 Februari, 6 Maret, 13 Maret 2026

    • Aksi 7 KAIH untuk implementasi nilai dalam kehidupan nyata

    • Aksi menanam pohon, mengurangi sampah, membuat kompos, dan kegiatan lingkungan lainnya

  5. Penutupan Program – 13 Maret 2026

Rangkaian kegiatan ini dirancang untuk menjadi pengalaman spiritual sekaligus pembelajaran karakter yang terintegrasi dalam budaya sekolah.


Metode Pembelajaran Pancaniti & Karakter Pancawaluya

Dalam arahannya, Kadisdik menjelaskan bahwa Pesantren Ekologi menerapkan pendekatan Pancaniti, yang merupakan rangkaian tahapan pembelajaran yang mendorong peserta didik memahami dan menerapkan nilai-nilai ekologis dengan cara:

  • Mengembangkan kepedulian dari hati (niti harti),

  • Meningkatkan kepekaan terhadap alam (niti surti),

  • Mendorong aksi nyata dalam kehidupan sehari-hari (niti bukti),

  • Menjaga konsistensi dalam melestarikan lingkungan (niti bakti),

  • Membentuk jati diri berkarakter yang peduli ekologi (niti sajati).

Nilai-nilai ini sejalan dengan visi Gapura Pancawaluya yang dicanangkan Disdik Jabar, yaitu mencetak generasi yang cageur, bageur, bener, pinter, dan singer.


Dampak dan Harapan Program

Purwanto berharap kegiatan ini menjadi gerakan holistik yang tidak hanya berlangsung di bulan Ramadan, tetapi terus berlanjut sebagai bagian dari budaya sekolah yang peduli lingkungan. Ia mendorong setiap sekolah untuk memanfaatkan lahan kosong yang ada guna menanam pohon dan tanaman pangan, serta mengintegrasikan nilai ekologis dalam aktivitas pembelajaran sehari-hari.

Setiap pohon yang tertanam adalah investasi masa depan bagi generasi mendatang.” — Purwanto, Kadisdik Jabar

Program ini juga diharapkan dapat menumbuhkan kepedulian yang kuat terhadap krisis ekologis global, serta mendukung kedaulatan pangan melalui aksi nyata di lingkungan sekolah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *