Bandung — Dinas Pendidikan Jawa Barat terus memperkuat ekosistem Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) melalui kolaborasi langsung dengan dunia industri. Langkah ini ditandai penandatanganan kerja sama dengan sembilan perusahaan lintas sektor pada Februari 2026.
Kerja sama tersebut dilakukan di salah satu SMK negeri di Kota Bandung dan dihadiri langsung Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat, Purwanto. Ia menegaskan bahwa sinergi ini menjadi strategi penting agar dunia usaha dan industri tidak lagi berada di luar sistem pendidikan vokasi.
“Kerja sama dengan sembilan perusahaan dari berbagai bidang ini merupakan cara untuk berkolaborasi guna menjadikan dunia industri dan dunia usaha sebagai bagian integral dari kurikulum dan ekosistem SMK,” ungkapnya.
Menurutnya, kolaborasi tidak berhenti pada industri saja. Pemerintah daerah juga akan memperluas kemitraan dengan sektor usaha dan berbagai lembaga lain agar lulusan SMK memiliki pengalaman nyata sesuai kebutuhan lapangan kerja.
Purwanto menambahkan, orientasi pendidikan vokasi bukan sekadar menyiapkan siswa agar siap kerja atau melanjutkan studi. Ia menekankan pentingnya pembentukan karakter kuat pada peserta didik.
“Harus punya olah budi, olah rasa baik secara sikap maupun penampilan. Agar anak SMK ini cirinya sat-set, cekatan, singer,” ujarnya.
Sembilan perusahaan yang terlibat dalam kerja sama ini berasal dari berbagai bidang, mulai dari pelatihan, perhotelan, otomotif, hingga teknologi. Mereka akan bermitra dengan sembilan SMK di Jawa Barat untuk memperkuat kurikulum berbasis kebutuhan industri sehingga siswa memperoleh keterampilan relevan dan peluang kerja lebih besar setelah lulus.
Program ini menjadi bagian dari upaya pemerintah provinsi meningkatkan mutu pendidikan vokasi dan memastikan lulusan SMK mampu bersaing di dunia kerja yang semakin kompetitif.
Sumber: Portal Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat











