Guru, Fondasi yang Tak Tergantikan dalam Kemajuan Pendidikan Nasional

Avatar photo

BANYUWANGI, EDUJABAR.COM — Di tengah peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026, satu pesan kuat kembali ditegaskan: masa depan pendidikan Indonesia bertumpu pada sosok yang sering kali bekerja dalam kenyunyian. Guru.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, secara langsung menyampaikan apresiasi kepada para guru di seluruh Indonesia atas dedikasi mereka dalam membangun generasi bangsa. Dalam upacara Hardiknas yang berlangsung di Banyuwangi, Jawa Timur, ia menegaskan bahwa peran guru tidak hanya penting, tetapi fundamental.

“Pemerintah menyampaikan terima kasih kepada Bapak dan Ibu guru serta para pendidik yang telah berdedikasi dan mendarmabaktikan ilmunya untuk mencerdaskan kehidupan bangsa,” ujarnya.

Pernyataan ini bukan sekadar seremoni tahunan. Lebih dari itu, menjadi pengingat bahwa pendidikan bukan hanya soal kurikulum, angka, atau capaian akademik, melainkan proses memanusiakan manusia.

Dalam amanatnya, Mendikdasmen menegaskan esensi pendidikan yang kerap terlupakan di tengah tuntutan zaman.

“Pada hakikatnya pendidikan adalah proses yang dilaksanakan secara tulus, penuh kasih sayang untuk memanusiakan manusia. Pendidikan adalah proses menemukan dan menumbuhkembangkan fitrah, kodrat alamiah manusia, atau potensi sebagai makhluk Tuhan yang mulia. Inti proses pendidikan adalah memuliakan,” tegasnya.

Dari Ruang Upacara ke Ruang Kelas

Spirit Hardiknas tidak berhenti di podium upacara. Di ruang-ruang kelas, guru terus beradaptasi menghadapi tantangan zaman, termasuk derasnya arus teknologi.

Salah satu guru di Banyuwangi, Agus Harianto, memaknai momentum ini sebagai dorongan untuk terus meningkatkan kualitas pembelajaran. Ia mendorong penerapan pembelajaran berbasis coding agar siswa tidak sekadar menjadi pengguna teknologi, tetapi juga pencipta.

Hal serupa disampaikan oleh Wiwik Handayani, guru PAUD, yang melihat peran guru sebagai “cahaya” bagi masa depan generasi muda.

“Untuk dunia pendidikan, harapan ke depannya semakin banyak inovasi sehingga para pendidik dan anak-anak generasi bangsa bersemangat dalam menempuh pendidikan. Semangat untuk teman-teman guru semuanya, kita sebagai pendidik membagikan ilmu kepada anak-anak kita,” ujarnya.

Harapan dari Generasi Muda

Dari sisi peserta didik, Hardiknas juga dimaknai sebagai bentuk penghormatan atas perjuangan para guru dan tokoh pendidikan.

Seorang siswa di Banyuwangi menyampaikan harapan sederhana namun mendasar: pemerataan akses pendidikan di seluruh Indonesia.

“Harapan saya, semoga akses pendidikan di Indonesia bisa merata hingga ke pelosok, sehingga seluruh anak dapat merasakan pendidikan yang setara,” ungkapnya.

Lebih dari Sekadar Peringatan

Hardiknas 2026 kembali menegaskan satu hal penting: keberhasilan pendidikan tidak hanya diukur dari hasil akhir, tetapi dari proses yang membentuk manusia secara utuh.

Guru bukan sekadar profesi. Mereka adalah fondasi. Tanpa mereka, semua kebijakan, teknologi, dan inovasi pendidikan tidak akan memiliki makna.

Di tengah berbagai perubahan dan tantangan, penghargaan kepada guru bukan hanya perlu diucapkan—tetapi harus diwujudkan dalam kebijakan, kesejahteraan, dan kepercayaan yang nyata.


Sumber:
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Siaran Pers: Mendikdasmen Sampaikan Terima Kasih kepada Guru sebagai Fondasi Utama Kemajuan Pendidikan Nasional, 2 Mei 2026.
Link: https://smk.kemendikdasmen.go.id/berita/mendikdasmen-sampaikan-terima-kasih-kepada-guru-sebagai-fondasi-utama-kemajuan-pendidikan-nasional

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *