Perbup Bahasa Sunda Jadi Penguat  ‘Gebyar Miéling Poé Basa Indung Sadunya 2026’ di Purwakarta

Avatar photo

Purwakarta — Komitmen Pemerintah Kabupaten Purwakarta dalam melestarikan Bahasa Sunda terus diperkuat melalui implementasi Peraturan Bupati (Perbup) Nomor 75 Tahun 2023 tentang Kurikulum Muatan Lokal Bahasa Sunda. Kebijakan tersebut menjadi landasan penting dalam penyelenggaraan Gebyar Peringatan Hari Bahasa Ibu Sedunia 2026 yang digelar MGMP Bahasa Sunda SMP Kabupaten Purwakarta di Bale Pasawala Yudistira, Kamis (7/5/2026).

Kegiatan yang dihadiri langsung Bupati Purwakarta  diikuti guru guru dan siswa-siswi SMP se-Kabupaten Purwakarta, menjadi bentuk nyata dukungan terhadap pelestarian bahasa, sastra, aksara, dan budaya Sunda di lingkungan pendidikan.

Ketua MGMP Bahasa Sunda SMP Kabupaten Purwakarta, Yayan Mulyana, menjelaskan bahwa Perbup Nomor 75 Tahun 2023 menjadi pijakan utama dalam penguatan pembelajaran Bahasa Sunda di sekolah. Dalam aturan tersebut ditegaskan bahwa Bahasa Sunda merupakan mata pelajaran wajib mulai dari jenjang TK/RA, SD/MI hingga SMP/MTs di Kabupaten Purwakarta.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin menanamkan rasa bangga terhadap bahasa ibu kepada generasi muda sekaligus mendukung implementasi Perbup Bahasa Sunda di sekolah,” ujarnya.

Berbagai kegiatan ditampilkan dalam gebyar tersebut, salah satunya Pasanggiri Duta Bahasa Ibu yang menampilkan kreativitas siswa dalam melestarikan budaya Sunda. Ajang ini sekaligus menjadi ruang bagi peserta didik untuk menunjukkan kemampuan berbahasa dan pemahaman terhadap nilai-nilai budaya daerah.

Dinas Pendidikan Kabupaten Purwakarta sebagai leading sector terus mendorong implementasi kurikulum Bahasa Sunda secara optimal melalui berbagai program strategis dan kegiatan budaya di sekolah.

Dengan adanya Perbup Nomor 75 Tahun 2023, Purwakarta dinilai menjadi salah satu daerah yang serius menjaga keberlangsungan bahasa daerah melalui jalur pendidikan formal. Gebyar Miéling Poé Basa Indung Sadunya 2026   diharapkan menjadi momentum memperkuat eksistensi Bahasa Sunda di tengah perkembangan zaman dan arus globalisasi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *