Pagi itu suasana kelas tampak berbeda. Murid-murid sudah duduk rapi bahkan beberapa di antaranya telah menunggu guru datang. Begitu pintu kelas terbuka, terdengar sapaan ceria, “Selamat pagi, Bu Wulan!” Senyum merekah di wajah seorang guru muda yang cantik, ramah, dan penuh semangat. Dialah Bu Wulan, sosok guru yang bukan hanya disukai murid-muridnya, tetapi juga mendapat kepercayaan dan apresiasi dari para orang tua.
Bagi murid-murid, pelajaran bersama Bu Wulan selalu menjadi saat yang dinanti. Tidak ada pembelajaran yang membosankan. Setiap pertemuan menghadirkan cerita, permainan, diskusi, percobaan, bahkan tepuk tangan dan penghargaan atas setiap usaha yang mereka lakukan. Murid merasa dihargai, didengar, dan diberi kesempatan untuk berkembang sesuai potensinya.
Orang tua pun sering bercerita bahwa anak-anak mereka kini lebih bersemangat berangkat ke sekolah, gemar membaca kembali materi di rumah, bahkan senang menceritakan pengalaman belajar yang dialami di kelas. Bu Wulan menjadi teladan bahwa guru yang hebat bukanlah guru yang paling banyak berbicara, melainkan guru yang mampu membuat murid belajar dengan gembira. Rahasia keberhasilan Bu Wulan terletak pada pola pembelajaran yang digunakannya, yaitu TANDUR.TANDUR merupakan akronim dari: Tanamkan,Alami,Namai.Demonstrasikan,Ulangi Rayakan
Pola TANDUR merupakan inti dari pendekatan Quantum Teaching yang dikembangkan oleh Bobbi DePorter. Quantum Teaching berpijak pada gagasan bahwa belajar akan berlangsung optimal apabila melibatkan emosi positif, pengalaman nyata, interaksi aktif, dan lingkungan belajar yang menyenangkan.
Dalam Quantum Teaching terdapat prinsip bahwa “bawalah dunia mereka ke dunia kita, dan antarkan dunia kita ke dunia mereka.” Artinya guru harus memahami kehidupan murid terlebih dahulu, kemudian mengaitkan materi pelajaran dengan pengalaman yang mereka miliki. Dengan demikian pembelajaran menjadi bermakna (meaningful learning), bukan sekadar menghafal informasi.
Melalui TANDUR, proses belajar berlangsung secara alami. Murid tidak diposisikan sebagai penerima informasi, tetapi sebagai subjek pembelajaran yang aktif mengeksplorasi, menemukan, mengomunikasikan, dan merefleksikan pengetahuannya. Apa yang Harus Disiapkan Guru?
Agar pembelajaran TANDUR berjalan optimal, guru perlu menyiapkan berbagai hal sebelum memasuki kelas.antara lain :
Pertama, guru harus memahami tujuan pembelajaran secara jelas sehingga setiap aktivitas memiliki arah yang pasti. Kedua, guru menyiapkan pengalaman belajar yang menarik, misalnya permainan, studi kasus, eksperimen, proyek sederhana, video inspiratif, atau kegiatan observasi.
Ketiga, guru menyiapkan media pembelajaran yang kontekstual sehingga murid lebih mudah memahami konsep.
Keempat, guru menyusun pertanyaan pemantik yang mampu membangkitkan rasa ingin tahu murid.
Kelima, guru merancang aktivitas demonstrasi agar setiap murid memperoleh kesempatan menunjukkan hasil belajarnya.
Keenam, guru menyiapkan bentuk penguatan dan pengulangan melalui refleksi, kuis, lembar kerja, maupun diskusi.
Ketujuh, guru merancang bentuk apresiasi, Voucher atau perayaan yang sederhana tetapi bermakna untuk meningkatkan motivasi belajar.
Nah dalam praktiknya, Bu Wulan selalu memulai pembelajaran dengan menanamkan motivasi. Ia menghubungkan materi dengan kehidupan nyata sehingga murid memahami manfaat belajar. Murid tidak lagi bertanya, “Mengapa saya harus mempelajari ini?”, karena sejak awal mereka telah mengetahui tujuan dan maknanya.
Tahap berikutnya adalah alami. Murid diajak mengalami sendiri konsep yang akan dipelajari melalui permainan, eksperimen sederhana, pengamatan, video, cerita, atau diskusi kelompok. Pengalaman langsung membuat konsep lebih mudah dipahami dibandingkan sekadar mendengarkan penjelasan guru.
Setelah memperoleh pengalaman, Bu Wulan mengajak murid menamai. Pada tahap ini barulah istilah, konsep, rumus, definisi, atau teori diperkenalkan. Murid lebih mudah memahami karena mereka telah memiliki pengalaman yang menjadi landasan berpikir.
Selanjutnya murid diminta mendemonstrasikan hasil belajarnya. Ada yang melakukan presentasi, membuat karya, bermain peran, menyelesaikan proyek, atau menjelaskan kembali kepada teman-temannya. Demonstrasi menjadi bukti bahwa pengetahuan telah berubah menjadi keterampilan.
Tahap berikutnya adalah ulangi. Pengulangan dilakukan secara kreatif melalui kuis, permainan edukatif, refleksi, peta konsep, atau tanya jawab. Pengulangan bukan sekadar menghafal, melainkan memperkuat pemahaman sehingga pembelajaran tersimpan lebih lama dalam ingatan.
Akhirnya pembelajaran ditutup dengan rayakan. Bu Wulan selalu memberikan apresiasi atas setiap usaha murid. Tepuk tangan, pujian, sertifikat sederhana,voucher, pajangan hasil karya, atau sekadar ucapan “Hebat, kalian berhasil!” mampu meningkatkan rasa percaya diri murid. Perayaan bukan hanya untuk hasil terbaik, tetapi juga untuk menghargai proses belajar. Bagaimana Contohnya ?
Contoh Pembelajaran TANDUR Mata Pelajaran IPA Siklus Air
Pada tahap Tanamkan, guru mengajak murid mengamati hujan yang turun beberapa hari terakhir atau menyaksikan film maupun gambar hujan dan bertanya, “Mengapa hujan bisa terjadi?”
Tahap Alami, murid melakukan percobaan sederhana menggunakan gelas berisi air panas yang ditutup plastik dan diberi es batu untuk melihat proses penguapan dan pengembunan.
Tahap Namai, guru menjelaskan istilah evaporasi, kondensasi, presipitasi, dan infiltrasi.sesuai konsep yang ada pada proses terjadinya hujan
Tahap Demonstrasikan, setiap kelompok membuat poster atau mempresentasikan proses siklus air menggunakan gambar maupun model sederhana.
Tahap Ulangi, guru mengadakan permainan kuis atau meminta murid menyusun kembali urutan siklus air secara berkelompok.
Tahap Rayakan, seluruh kelas memberikan tepuk tangan kepada setiap kelompok, sementara guru memberikan penghargaan berupa pujian, stiker bintang, atau memajang hasil karya terbaik di sudut kelas.untuk kelompok yang memenuhi kriteria dalam proses pembeljaran
Dengan pola seperti ini, murid tidak sekadar mengetahui siklus air, tetapi memahami prosesnya melalui pengalaman langsung. Selanjutnya Bagaimana Tandur jika diterapkan pada pembelajaran mendalam ( deep learning) ?
Pada era pembelajaran mendalam (deep learning), TANDUR menjadi salah satu pendekatan yang sangat relevan karena mampu mewujudkan pembelajaran yang bermakna (meaningful), berkesadaran (mindful), dan menggembirakan (joyful). Guru bukan lagi pusat informasi, melainkan fasilitator yang menuntun murid membangun pengetahuannya sendiri.
Seorang guru mungkin dapat mengajarkan materi hanya dalam satu jam pelajaran. Namun guru yang mengajar dengan hati melalui pola TANDUR akan meninggalkan pengalaman belajar yang dikenang murid sepanjang hayat.
Dengan demikian, TANDUR bukan sekadar urutan kegiatan pembelajaran, melainkan sebuah strategi yang mendukung terwujudnya Pembelajaran Mendalam. Guru berperan sebagai fasilitator yang membimbing murid untuk mengalami, memahami, menerapkan, merefleksikan, dan menghargai proses belajarnya. Melalui pendekatan ini, pembelajaran tidak berhenti pada penguasaan materi, tetapi menghasilkan murid yang mampu berpikir kritis, kreatif, kolaboratif, komunikatif, berkarakter, serta siap menghadapi berbagai tantangan kehidupan.
Di era transformasi pendidikan, guru seperti Bu Wulan menunjukkan bahwa mengajar yang efektif bukanlah menghabiskan seluruh waktu untuk berceramah, melainkan merancang pengalaman belajar yang membuat setiap murid aktif membangun pengetahuannya sendiri. Ketika pola TANDUR dipadukan dengan prinsip Pembelajaran Mendalam, kelas akan menjadi tempat lahirnya generasi pembelajar sepanjang hayat yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki karakter, kompetensi, dan kepedulian terhadap lingkungan sekitarnya. orang bijak berkata “Guru terbaik bukan yang membuat murid menghafal banyak pelajaran, melainkan yang mampu menanamkan semangat belajar, menumbuhkan rasa ingin tahu, dan merayakan setiap langkah kecil menuju keberhasilan.”…………… Wallahu A’lam Bishawab











Mantap Pak Haji, model pembelajaran TANDUR yaaa,… berrati untuk ingatan yang melekat harus diulangi juga bisa dengan pera konsep, kuis dll.
Pembelajarn yang bermakna dan dikennag sepanjang hayat, ada pendidikan karakternya juga. Guru uga harus pinter menyiapkan bahan pembelajaran untuk pengalaman belajar nah ini saya masih harus banyak belajar, mungkin lain waktu bisa dibagi ptaktik baiknya Pak. Hatur nuhun,
Terimakasih pak ilmunya, menginspirasi sekali saya jd paham tentang TANDUR.
Pola Tandur Pembelajaran merupakan kerangka kerja dalam Quantum Teaching yang dirancang untuk membuat belajar menjadi lebih menyenangkan, efektif, dan bermakna. Pendekatan ini mengaitkan pengalaman nyata siswa dengan pemahaman konsep akademis
Tulisan yang menginspiratif dan sejalan dengan pemikiran saya, bahwa mempebelajaran akan lebih bermakna apabila berbasis pada pengalaman, tindakan dan ekplorasi kompetensi. Pola TANDUR merupakan salah satu strategi dalam mewujudkan kebermaknaan pembelajaran sesuai target tujuan yang telah dirancang yang menimbulkan dampak instructional effects dan nurturant effects.
Tulisan yang sangat inspiratif , Pola tandur dalam pembelajaran sangan bermakna sesuai dengan pembelajaran memdalam dan anak belajar berdasarkan pengalaman
Sangat menarik untuk bisa dipahami dan dipraktekkan oleh para guru agar siswa menjadi seorang pembelajar.