PURWAKARTA, EDUJABAR.COM – SMPN 3 Darangdan Purwakarta kembali menunjukkan komitmennya dalam membangun karakter peserta didik melalui kegiatan bertajuk Salasa Mapag Buana. Program ini digelar pada Selasa, 10 Februari 2026, dengan agenda utama menyambut siswa sekaligus kegiatan “ngosrek” atau aksi bersih-bersih lingkungan sekolah.
Kegiatan ini menjadi salah satu praktik baik dalam membiasakan budaya disiplin, kepedulian, dan tanggung jawab sejak pagi hari. Seluruh siswa bersama guru tampak antusias mengikuti rangkaian kegiatan, mulai dari penyambutan di gerbang sekolah hingga kerja bakti membersihkan area kelas dan lingkungan sekitar.
Pendidikan Karakter Dimulai dari Hal Sederhana
Dalam kegiatan tersebut, siswa terlihat membersihkan selokan, menyapu koridor, merapikan taman, serta menjaga kebersihan halaman sekolah. Aktivitas ini bukan sekadar kerja bakti rutin, tetapi bagian dari pembentukan karakter melalui pembiasaan positif.
Kepala SMPN 3 Darangdan, Agus Mulyana, M.Pd., menyampaikan bahwa kegiatan Salasa Mapag Buana bukan sekadar agenda rutin, melainkan bagian dari strategi pembentukan karakter siswa.
“Kami ingin menanamkan kepada anak-anak bahwa karakter baik itu dibangun dari kebiasaan kecil yang dilakukan secara konsisten. Menjaga kebersihan, datang tepat waktu, dan menyapa dengan ramah adalah bagian dari pendidikan yang sesungguhnya,” ujar Agus Mulyana, M.Pd.
Ia menegaskan bahwa sekolah tidak hanya berorientasi pada capaian akademik, tetapi juga pembentukan sikap dan nilai.
“Sekolah bukan hanya tempat belajar akademik, tetapi juga tempat membentuk sikap dan nilai. Melalui kegiatan seperti ini, kami melatih tanggung jawab, gotong royong, dan kepedulian lingkungan secara nyata.”
Menurutnya, budaya positif harus dibangun melalui keteladanan dan kebersamaan seluruh warga sekolah.
“Harapan kami, semangat kebersamaan ini tidak hanya hadir setiap Selasa, tetapi menjadi karakter yang melekat pada setiap siswa dalam kehidupan sehari-hari.”
Sekolah Bersih, Hati Pun Jernih
Lingkungan sekolah yang bersih diyakini dapat menciptakan suasana belajar yang nyaman dan kondusif. Melalui program Salasa Mapag Buana, SMPN 3 Darangdan menanamkan kesadaran bahwa kebersihan bukan hanya tugas petugas kebersihan, melainkan tanggung jawab seluruh warga sekolah.
Selain itu, kegiatan penyambutan siswa di pagi hari juga menjadi momentum membangun kedekatan emosional antara guru dan siswa. Interaksi hangat di gerbang sekolah menghadirkan suasana ramah dan penuh semangat sebelum proses pembelajaran dimulai.
Program ini menjadi contoh nyata bagaimana sekolah dapat mengintegrasikan pendidikan karakter dalam aktivitas sederhana namun bermakna. Pembiasaan rutin seperti ini berpotensi membentuk budaya sekolah yang positif dan berkelanjutan.











