Subang, Edujabar.com – Pernahkah Bapak/Ibu guru mendapati siswa mengantuk, kurang fokus, atau terlihat tidak bersemangat saat pembelajaran berlangsung? Tantangan inilah yang menginspirasi Langgeng Rizkiyah, S.Pd., Guru IPA SMP Negeri 4 Subang, untuk menghadirkan inovasi pembelajaran bertajuk “BERIKRAR” (Belajar Seru dan Asyik Berburu 3D Augmented Reality).
Strategi ini menggabungkan teknologi 3D Augmented Reality (AR) dengan metode Games Based Learning melalui permainan “Berburu Harta Karun”. Hasilnya? Pembelajaran menjadi lebih hidup, interaktif, dan bermakna.
Latar Belakang: Teknologi Ada, Motivasi Belajar Rendah
Di era digital, siswa sangat akrab dengan gadget dan permainan digital. Namun ironisnya, ketertarikan tersebut tidak selalu sejalan dengan motivasi belajar di kelas.
Hasil observasi pembelajaran IPA di SMPN 4 Subang menunjukkan:
-
Keaktifan siswa masih rendah
-
Metode diskusi dan ceramah kurang menarik minat belajar
-
Bahkan metode eksperimen belum mampu melibatkan seluruh siswa
Padahal, berdasarkan asesmen non-kognitif, mayoritas siswa memiliki gaya belajar visual dan kinestetik. Artinya, mereka membutuhkan pembelajaran yang konkret, interaktif, dan melibatkan aktivitas fisik.
Dari sinilah lahir strategi BERIKRAR.
Apa Itu Strategi BERIKRAR?
BERIKRAR adalah model pembelajaran yang mengajak siswa berburu QR Code yang berisi materi, video, gambar 3D, dan soal interaktif berbasis Augmented Reality yang disebar di lingkungan sekolah.
Konsepnya sederhana namun berdampak besar:
📱 Teknologi digunakan sebagai alat belajar
🎯 Permainan menjadi strategi pembelajaran
🤝 Kolaborasi menjadi kekuatan utama
Tahapan Pelaksanaan
1️⃣ Tahap Persiapan
Guru menyiapkan:
-
Modul ajar dan LKPD berbasis permainan
-
Media 3D AR menggunakan Canva, Assemblr EDU, dan Unity
-
QR Code berisi materi dan soal yang dicetak lalu ditempatkan di beberapa titik sekolah
2️⃣ Tahap Pelaksanaan
-
Siswa dikelompokkan berdasarkan kesiapan belajar
-
Dilakukan ice breaking untuk menjaga fokus
-
Siswa berburu “harta karun” berupa QR Code
-
QR Code dipindai menggunakan Google Lens
-
Setiap kelompok menyelesaikan tantangan yang ada dalam LKPD
-
Guru memberikan apresiasi kepada kelompok tercepat dan paling tepat
Pembelajaran berlangsung aktif, dinamis, dan penuh antusiasme.
3️⃣ Tahap Refleksi dan Evaluasi
-
Observasi dan wawancara siswa
-
Siswa menyampaikan kesimpulan dan testimoni
-
Dilakukan analisis pre-test dan post-test
Hasil dan Dampak
Implementasi strategi BERIKRAR menunjukkan hasil yang menggembirakan:
📈 Hasil belajar meningkat 70%
📊 Indeks N-Gain sebesar 56% (kategori cukup efektif)
🙋 Siswa lebih aktif dan tidak menunjukkan tanda kebosanan
🤝 Kerja sama dan kekompakan kelompok meningkat
💬 Mayoritas siswa menyatakan pembelajaran lebih menyenangkan dan mudah dipahami
Pembelajaran IPA yang sebelumnya dianggap abstrak menjadi lebih konkret melalui visualisasi objek 3D.
Kunci Keberhasilan
Beberapa faktor pendukung keberhasilan strategi ini antara lain:
-
Integrasi teknologi secara tepat guna
-
Pengemasan materi menjadi interaktif dan kontekstual
-
Pembelajaran kolaboratif untuk mencegah ketergantungan gadget
-
Penguatan motivasi melalui kompetisi sehat
Rekomendasi untuk Guru di Jawa Barat
Strategi ini dapat direplikasi dengan beberapa catatan:
-
Pastikan siswa memiliki literasi digital dasar
-
Gunakan perangkat dan koneksi internet yang memadai
-
Sesuaikan materi dengan kebutuhan dan karakter siswa
Inovasi tidak harus mahal atau rumit. Yang terpenting adalah bagaimana guru mampu menghadirkan pengalaman belajar yang bermakna dan sesuai dengan dunia siswa hari ini.
Penutup
Strategi BERIKRAR membuktikan bahwa ketika teknologi dipadukan dengan kreativitas guru, pembelajaran dapat berubah dari yang membosankan menjadi menyenangkan dan berdampak.
Semoga praktik baik dari SMP Negeri 4 Subang ini menginspirasi guru-guru di seluruh Jawa Barat untuk terus berinovasi demi meningkatkan kualitas pendidikan.
Penulis Praktik Baik:
Langgeng Rizkiyah, S.Pd.
Guru IPA SMP Negeri 4 Subang












