Kecerdasan buatan atau AI sudah menjadi bagian dari keseharian sekolah di banyak negara. Pertanyaan yang kini ramai dibahas bukan lagi apakah AI boleh masuk ruang kelas, tetapi bagaimana cara memakainya agar benar-benar membantu belajar dan tidak merugikan siswa. Sejumlah laporan terbaru dari media dan lembaga riset berbahasa Inggris menggambarkan situasi yang menjanjikan sekaligus perlu diwaspadai.
Dari sisi guru, pemanfaatan AI semakin luas. Laporan Education Week menyebutkan bahwa guru memakainya untuk pengembangan kurikulum dan materi (69%), melibatkan siswa (50%), pengembangan profesional (48%), dan alat penilaian (45%). Pendidik juga tidak berhenti pada pemakaian di balik layar. Survei nasional EdWeek Research Center menemukan bahwa hampir 8 dari 10 pendidik mengatakan siswa SMA di distrik mereka sudah mendapat pelajaran tentang apa itu AI dan cara menggunakannya secara bertanggung jawab. Siswa yang lebih kecil, sayangnya, masih lebih jarang mendapatkannya.
Meski begitu, kesiapan guru belum sepenuhnya merata. Survei terhadap 651 guru K-12 menunjukkan bahwa guru yang sama sekali belum mendapat pelatihan AI turun dari 60% pada akhir 2024 menjadi 42% pada awal 2026. Kemajuan ini patut dicatat, tetapi tantangannya masih ada. Sekitar 37% guru bahkan belum tertarik mempelajari AI sama sekali. Artinya, penyediaan alat saja tidak cukup. Guru perlu dibekali pemahaman dan kepercayaan diri untuk memakainya.
Di sisi lain, kekhawatiran terhadap dampak AI pada cara siswa berpikir cukup nyata. Dalam survei yang dilaporkan Education Week, 89% kepala sekolah khawatir AI membuat siswa bergantung pada teknologi untuk tugas-tugas dasar, dan 82% khawatir AI menghambat keterlibatan siswa secara mendalam dengan materi pelajaran.
Peringatan yang lebih tegas datang dari Brookings Institution. Laporan yang melibatkan wawancara dengan siswa, orang tua, dan guru di 50 negara itu menyimpulkan bahwa dalam konteks pendidikan, risiko AI saat ini lebih besar daripada manfaatnya. Rebecca Winthrop, salah satu penulis laporan, menjelaskan bahwa risiko itu mencakup jalan pintas dalam belajar yang membuat perkembangan kognitif berkurang. Dengan kata lain, jika dipakai tanpa arahan, AI bisa membuat siswa melewati proses berpikir yang justru menjadi inti belajar.
Dampaknya juga menyentuh hubungan antara guru dan murid. Brookings menemukan bahwa kepercayaan guru dan siswa bisa terkikis dari kedua arah. Guru menjadi kurang percaya pada siswa yang dicurigai memakai AI untuk mengerjakan PR. Siswa pun bisa kurang percaya pada guru yang menyusun materi dengan AI tanpa terbuka soal itu. Laporan Education Week lainnya menyebut bahwa separuh siswa merasa kurang terhubung dengan guru ketika AI dipakai di kelas.
Tantangan lain muncul pada anak-anak usia sekolah dasar. Survei nasional EdWeek Research Center menemukan bahwa 61% pendidik SD mengatakan siswa mereka sangat kesulitan membedakan konten buatan AI dari buatan manusia. Kemampuan menilai informasi secara kritis tampaknya perlu ditanamkan sejak dini.
Lalu, apa yang bisa dipetik dari semua ini? Para ahli yang dikutip Education Week menekankan bahwa AI sebaiknya hanya menjadi alat bantu guru, bukan pengganti. Suara serupa datang dari para siswa yang terlibat dalam sebuah proyek Education Week. Mereka menyimpulkan bahwa AI tetap tidak bisa menggantikan penilaian manusia, terutama penilaian guru mereka. Aturan yang jelas, keterbukaan dalam pemakaian, pelatihan bagi guru, dan literasi AI bagi siswa menjadi fondasi yang berulang kali muncul dalam berbagai laporan.
Bagi sekolah-sekolah di Indonesia, termasuk di Jawa Barat, temuan ini dapat menjadi bahan refleksi sebelum AI dipakai lebih luas. Perlu diingat bahwa data di atas sebagian besar berasal dari Amerika Serikat, sehingga kondisi di lapangan bisa berbeda. Namun pesan utamanya berlaku di mana saja: AI akan paling bermanfaat jika guru tetap memberikan arahan dan siswa tetap diajak berpikir sendiri.
Sumber
- Education Week, “Rising Use of AI in Schools Comes With Big Downsides for Students.” https://www.edweek.org/technology/rising-use-of-ai-in-schools-comes-with-big-downsides-for-students/2025/10
- Education Week, “Are AI Literacy Lessons Now the Norm? What New Survey Data Show” (Maret 2026). https://www.edweek.org/technology/are-ai-literacy-lessons-now-the-norm-what-new-survey-data-show/2026/03
- Education Week, “Teachers Worry AI Will Impede Students’ Critical Thinking Skills. Many Teens Aren’t So Sure.” https://www.edweek.org/technology/teachers-worry-ai-will-impede-students-critical-thinking-skills-many-teens-arent-so-sure/2025/10
- Education Week, “A Group of Students Took a Deep Dive Into AI. Here’s What They Told Teachers” (April 2026). https://www.edweek.org/technology/a-group-of-students-took-a-deep-dive-into-ai-heres-what-they-told-teachers/2026/04
- Education Week, “Artificial Intelligence” (explainer). https://www.edweek.org/technology/artificial-intelligence
- The 74, “Four Takeaways from New Report on AI’s Risks in Education” (ulasan laporan Brookings Institution). https://www.the74million.org/article/four-takeaways-from-new-report-on-ais-risks-in-education/
- Pursuit, “Latest AI in Education News and Policies, Aug-Sept 2026” (rangkuman survei EdWeek Research Center). https://www.pursuit.us/news/ai-in-education-news-policies-innovations












